Mencipta Pengalaman Linguistik dalam Puisi (1)
Puisi yang indah mencipta apa yang disebut nilai pengalaman baru, ertinya apabila kita membaca puisi itu, kita dapat mengalami sesuatu kesan kejiwaan yang indah, yang belum pernah dialami sebelumnya.
Apabila kita mendengar lagu "Getaran Jiwa" oleh P. Ramlee, kita mengalami kesan keindahan jiwa, tetapi itu bukan kesan baru, sebaliknya ia kesan indah yang berulang kali dialami.
Perkataan dan susunan perkataan dapat menciptakan kesan kejiwaan, bukan pada makna, sebab maknanya bukan baru, sebaliknya pada susunan perkataannya yang baru. Ertinya susunan itu belum pernah dilakukan begitu sebelumnya.
Kata-kata yang digunakan oleh penyair adalah kata-kata lama. Yang baru adalah pada susunan kata-kata itu. Susunan baru itulah yang mencipta nilai pengalaman baru.
Dan pengalaman itu disebut pengalaman linguistik atau pengalaman bahasa.
Baca bait ciptaan KS Ilmar di bawah:
kuingin bersamamu
menghuni syorga
setelah kunikahi dikau
dengan lafaz yang rela
Bait setelah kunikahi dikau dengan lafaz yang rela itu adalah kata-kata lama yang disusun secara baru, maka ia mencipta pengalaman linguistik yang belum dialami sebelumnya.
Jangan menulis dari otak dan memori sebab ayat-ayat yang tersimpan dalam memori adalah susunan ayat-ayat yang pernah dibaca ataupun didengar, justeru ayat lama, ayat klise, ayat basi.
Susunan lama tidak dapat mencipta pengalaman linguistik baru.
.
.
Apabila kita mendengar lagu "Getaran Jiwa" oleh P. Ramlee, kita mengalami kesan keindahan jiwa, tetapi itu bukan kesan baru, sebaliknya ia kesan indah yang berulang kali dialami.
Perkataan dan susunan perkataan dapat menciptakan kesan kejiwaan, bukan pada makna, sebab maknanya bukan baru, sebaliknya pada susunan perkataannya yang baru. Ertinya susunan itu belum pernah dilakukan begitu sebelumnya.
Kata-kata yang digunakan oleh penyair adalah kata-kata lama. Yang baru adalah pada susunan kata-kata itu. Susunan baru itulah yang mencipta nilai pengalaman baru.
Dan pengalaman itu disebut pengalaman linguistik atau pengalaman bahasa.
Baca bait ciptaan KS Ilmar di bawah:
kuingin bersamamu
menghuni syorga
setelah kunikahi dikau
dengan lafaz yang rela
Bait setelah kunikahi dikau dengan lafaz yang rela itu adalah kata-kata lama yang disusun secara baru, maka ia mencipta pengalaman linguistik yang belum dialami sebelumnya.
Jangan menulis dari otak dan memori sebab ayat-ayat yang tersimpan dalam memori adalah susunan ayat-ayat yang pernah dibaca ataupun didengar, justeru ayat lama, ayat klise, ayat basi.
Susunan lama tidak dapat mencipta pengalaman linguistik baru.
.
.
-------------------------------------------
Nota Kuliah:
Puan Ainon Mohd
Presiden,
Universiti Terbuka PTS
.(JavaScript must be enabled to view this email address)
Hakcipta Terpelihara Universiti Terbuka PTS 2006

Puan Sifu: Bisa enggak bercerita lagi dan pula, bagaimana memberikan jiwa kepada kata? Daku kira ini wajar dikongsi bersama oleh para mentee dikau dan penyinta puisi…..
KSI
——-
Sdr KSI,
Bisa, nanti saya lakukan satu demi satu. Saya ini ahli teori, bisa menerangkan kekuatan sesebuah puisi, namun nggak bisa menghasilkan. Makanya harus kita bekerja sebagai suatu regu antara ahli teori dan penyair.
Saya juga ada ciri-ciri ahli teori. Untuk mencipta sekecil kuman reka cipta sendiri pun tidak pernah jalan tetapi kalau kritik idea orang, boleh hurai a to mnopqr…
Post a comment