Wednesday, July 04, 2012

Patutkah Penceramah Menerbitkan Bukunya Sendiri?

Pada masa ini banyak penceramah juga menulis buku, baik penceramah agama mahupun penceramah bidang-bidang lain.

Ada penceramah yang menyerahkan buku-buku mereka supaya diterbitkan oleh penerbit-penerbit profesional dan mereka hanya menerima royalti.

Ada penceramah yang berfikir-fikir mahu menerbitkan bukunya sendiri. Faktor yang mendorong mereka mahu menerbitkan sendiri bukunya adalah:

1. Tidak sabar dengan kerenah birokrasi penerbit profesional yang menyebabkan buku mereka lambat diterbitkan.

2. Yakin mereka dapat menjual buku mereka dengan lebih banyak apabila diterbitkan sendiri.

3. Yakin bahawa menerbitkan buku sendiri adalah lebih menguntungkan.

4. Yakin mereka dapat berkembang menjadi penerbit profesional juga akhirnya.

Dalam apa juga bisnes, kita wajib memulakan bisnes dengan men-desain dahulu model bisnes yang mahu diceburi. Ia serupa dengan melukis pelan bangunan dahulu sebelum memulakan kerja-kerja membina bangunan itu.

Banyak berlaku di mana seseorang penulis itu menerbitkan bukunya sendiri disebabkan dia mempunyai duit bagi membayar kos mencetak bukunya. Ini adalah memulakan bisnes penerbitan dengan cara yang salah. Sangat salah!

 

-------------------------------------------
Nota Kuliah:

Puan Ainon Mohd.'s avatar

Puan Ainon Mohd
Presiden,
Universiti Terbuka PTS
.(JavaScript must be enabled to view this email address)
Hakcipta Terpelihara Universiti Terbuka PTS 2006

Dalam Kategori/Fakulti :
(1) Diskusi Kuliah | Permalink
Next entry: TOP 200 Bulan Jun 2012 Berdasarkan Unit Terjual Previous entry: Pasaran Buku Politik Amat Kecil
muis  on  07/05  at  03:09 AM

Menurut Puan, bagaimana model bisnis yang tepat bagi penerbit buku?

Adakah model di bawah ini tepat untuk penerbitan buku?
Model bisnis bata dan semen

Model bisnis yang mana suatu perusahaan mengintegrasikan kehadiran offline (bata) dan online (semen). Contoh model bata-dan-semen adalah ketika toko memfasilitasi pembelian secara online, namun produk bisa diambil di toko lokal.

Model bisnis kolektif

Organisasi atau asosiasi bisnis pada umumnya dibentuk oleh sejumlah besar bisnis, pedagang atau profesional di bidang yang sama atau berkaitan, yang menyatukan sumberdaya bersama-sama, berbagi informasi atau menyediakan layanan lain bagi anggotanya.

Model potong rantai pasok

Yakni dengan menghilangkan pihak perantara dalam rantai pasok, yang dalam hal ini semisal adalah distributor, agen, atau broker. Perusahaan dalam hal ini langsung berinteraksi dengan pelanggan, semisal melalui internet. Model ini sangat erat hubungannya dengan penjualan langsung

Waralaba

Apa yang disebut dengan model bisnis waralaba adalah menggunakan kesuksesan model bisnis dari perusahaan lain telah sukses. Dalam hal ini kesuksesan pemilik waralaba menjadi kesuksesan juga bagi sang pewaralaba.

Page 1 of 1 pages

Post a comment

Commenting is not available in this weblog entry.