Wednesday, January 24, 2007

Puisi Indah buat Si Jelita

Tulis puisi cinta yang memuja Si Jelita cara Islami di sini:

.

.

 

-------------------------------------------
Nota Kuliah:

Puan Ainon Mohd.'s avatar

Puan Ainon Mohd
Presiden,
Universiti Terbuka PTS
.(JavaScript must be enabled to view this email address)
Hakcipta Terpelihara Universiti Terbuka PTS 2006

Dalam Kategori/Fakulti : • Buku Puisi
(19) Diskusi Kuliah | Permalink
Next entry: Penulis & Penerbit: Patuhi Undang-Undang Penyerahan Buku ke PNM Previous entry: Ejaan 'ku' yang Sering Kali Salah
.(JavaScript must be enabled to view this email address)  on  01/24  at  04:16 PM

Iz

Menenemuimu hari itu
di balik jeriji kata
bersih wajahmu di mataku
seakan bisikan suara tersimpan
maju bersama cinta

Memahamimu hari itu
menjadikan juga derita
membisik cinta hanya dengan mata
seakan pandangan merentang nikmah seluas cahaya
ingin melakar cinta di pintu syurga

Kupamerkan cinta
dari renda bertenun sutera
dan kuminum untukmu syarbat mulia
tapi yang kaupilih
untuk memintal jalinan rahsia
dan bibir terketar tanpa kata

Tatkala ini
masih bersinar permata hati
lantas terukir cinta pada kilauan batini
mabuk dalam zikir rabbi


Azree MH
Taman Ilmu dan Budi
——-

.(JavaScript must be enabled to view this email address)  on  01/24  at  04:37 PM

SAUJANA

Daku lihat langit cerah
biru warnanya
saujana luasnya

Dan daku terpandang
ayu wajahmu
di kanvas awan
di hujung padang luas terbentang
senyum kepadaku

Daku membalas
senyum manismu tinggi di awan
terasa alam menari riang

.(JavaScript must be enabled to view this email address)  on  01/24  at  05:06 PM

Indah,
kau sungguh jelita!

aaaa… ok tak puisi saya, Puan Ainon?

Zamri Mohamad  on  01/24  at  05:07 PM

Pelabuhan kasih tempat bertemu
Merah senja warna memori indah
Jadi cerita penghubung dua rasa

Apa khabar kekasih di rindu
Bukankah kita saling gelisah
menanti hari baru melayan sang pemuja

Daku susun kisah-kisah kita
Permainan gelak tawa ria
baris kata ubat luka kecewa
renungan si gadis penuh percaya

Itulah seri jelita yang memaut hatiku
tika bertemu di pelabuhan kasih

ZAMRI MOHAMAD
24 Januari 2007

.(JavaScript must be enabled to view this email address)  on  01/24  at  05:13 PM

Menjaring Mata Hati

Lihatlah kekasih
Aku hadir didepanmu
Merawat tusukan karang yang
Membisa dikalbumu.

Itulah aku kekasih
Menghantar rindu di setiap
Pelabuhan resahmu,
ketika sang camar lelah menyisipkan
benci di setiap sayap waktu
buat ku.

Itulah engkau kekasihku
yang dengan setia kujaring resahnya
Dengan tabah kutadahkan doa
Agar mimpi-mimpi kita menjadi seindah
karangan dilautan
bukan lagi luka yang membinasakan.

Kamal
24 Jan 2007

p/s : Kenapalah hari ini agak tidak produktif?

ferzoul qamarudeenz  on  01/24  at  05:19 PM

sungguh cantik wajah mu, dilitupi tudung
sungguh indah badan mu, disarungi jubah

ferzoul qamarudeenz  on  01/24  at  05:24 PM

ku cinda dan menyayangi mu kerana tuhan yang satu…

ferzoul qamarudeenz  on  01/24  at  05:25 PM

cinda’ =cinta

Zamri Mohamad  on  01/24  at  05:41 PM

Amin buat keindahan

Makna nyata indah Tuhan
dicipta hidup berdua
hidup dengan kerelaan
tunduk dengan indah syurgawi

Ikatan dengann janji
abadikan kesempurnaan makhluk
biar lama dilihat makin cantik menawan
hukum ilahi buat pemuja alunan kasih

Sudah dipanggil hukum fitrah
mata ditawan dengan cahaya bidadari
solek warna di bibirnya mengucap agung tuhan
Setiap keagungan yang terpamer dengan syukur.

Terima kasih Ilahi
Hari ini sempurna bertemu pecahan hati
Terjalin dan kembang kembali dengan harapan
alam cinta naunganmu.

ZAMRI MOHAMAD
24 Januari 2007

alang kelana  on  01/24  at  08:22 PM

PUTIH BERSIH

Wahai saudari
Bersih wajahmu
Sesuci air wudhu
Cermin kalbu tulus
Mulus

Duhai saudari
Kemas tudungmu
Labuh
Tunduk malu
Ayu
Penuh sopan

Aduhai saudari
Sejuk mata memandang
Berkenan
Lelaki soleh
Ingin menyunting
Demi ikatan
Diredhai Allah.

~Alang Kelana~24/1/2007~

.(JavaScript must be enabled to view this email address)  on  01/25  at  02:32 AM

PESONA

Wajahmu yang berseri
mengalun rinduku
pada sujud dinihari
pada takbir tahmid memuji Ilahi

Dari sorotan matamu
pesona dirimu dipandang
bagai ada taman firdausi di dalamnya
yang terbentang hijau
beraliran sungai jernih dan dingin
menyegarkan

Dalam mekar senyummu terukir di bibir
tidak lupa pada ucap zikir diam dan zahir

Semanis senyum kaulempar
menyubur hati nan rawan
tenang kembali jiwa nan bergelora
menggamit kembali rasa rindu kasihNya

Dalam gerak batin dan zahir
tersusun indah lenggok imanmu
wangian syurga jua yang kaurindui
mataku asyik menari-nari
pesona melihat kau masih berdiri
dalam ruang istiqomah puji dan puja
mengabdi diri kepadaNya.

Manis derita,
Banir
25 JANUARI 2007.

.(JavaScript must be enabled to view this email address)  on  01/25  at  08:14 AM

KESETIAAN

Seputih awan terapung indah
Sinar cahaya membelah
Sedetik inilah wajahmu menerjah
Aku terkenangkan manis senyumanmu
Di sebalik langsir biru, di waktu itu.

Duhai si jelita idaman kalbu,
Ingin aku terbang ke sisimu
Membisikkan kalimah syahdu
Kerana di sini tak mungkin
tergapai mimpiku.

Terima kasih di atas doa restumu
Mengiringi setiap nafas dan pasrahku
Si pengembara ilmu di daerah membeku
Jauh beribu batu darimu.

Nantilah daku, sayangku.
Dalam rela dilambung rindu
Setia kasihmu adalah kekuatan bagiku!

Kamal
25 Jan 2007

.(JavaScript must be enabled to view this email address)  on  01/25  at  01:19 PM

Tuan Alang,

Sajak itu ditujukan kepada siapa..?:) (sekadar mengusik)

Saudara Zamri,

“Itulah seri jelita yang memaut hatiku, tika bertemu di pelabuhan kasih”

Saya fikir tentu si jelita itu membaca tip-tip dari buku saudara sehingga membuatkan hati saudara lembut (dan merindu)...smile

.(JavaScript must be enabled to view this email address)  on  01/25  at  06:19 PM

UNTUK JELITAWANKU
(A.Razak)

Siapakah dia?
Disebalik tirai kehidupan
meniti dari satu kisah ke satu kisah
mencatatkan bicara pada setiap warkah
memenuhi setiap bicara.

Dahulu,
aku sering rindu
akan wajah-wajah ayu
mempamer rupa-rupa indah
buat penyedap minda.

Kini aku mula mengerti
jelitawan aku itu bukanlah wajah-wajah ayu
yang sering kumimpi rupa-rupa solekkannya
kerana jelita itu
hanya akulah yang punya takrifnya.

wajarkah dia
bermaksudkah dia

.(JavaScript must be enabled to view this email address)  on  01/25  at  09:41 PM

PUTIH SUCI

Pada salju putih suci
yang beribu-ribu
mengingatkan daku pada wajah ayumu
yang putih suci dibasahi
air wudukmu
daku terpaku.

Pada air jernih kali yang berlalu
tergambar daku pada wajah ayumu
menggamit daku pada senyum tawa
yang kaulontar di pintu bahagia
pimpinan iman
daku tergamam.

Pada bayu lembut dingin
yang berpuput
menggapai daku pada tutur zahir redhamu
yang kaulahir bersama desir fikir
segala takdir tidak engkau mungkir
segala janji
gapai bersama
di pintu restu

Pada segala yang daku terima
menyedarkan daku akan adaNya
menyubur syukur rindu tafakur
pada segala
agung rahmatNya.

alang kelana  on  01/25  at  10:51 PM

“Faris Says:
January 25th, 2007 at 1:18 pm
Tuan Alang, Sajak itu ditujukan kepada siapa..?:) (sekadar mengusik)”

Assalamu’alaikum Tuan Faris, saya masih belum ditentukan, nanti bila ada yang datang ke bengkel penulisan, dan beliau memenuhi ciri-ciri tersebut, boleh jadi beliaulah orang yang ditujukan puisi ini,.... smile

Hang Nadim  on  01/26  at  12:57 PM

KU PUNYA CINTA

Dulu aku punya cinta
yang sedianya ingin kuberi padamu
bersama seluruh rindu
bersama seluruh sayang
bersama seluruh kata yang terukir
dari lubuk hatiku

dulu aku punya cinta
yang sanggup mendendangkan lagu-lagu indah
pada setiap titis embun pagi
yang mampu menggetarkan naluriku
setiap kali gelombangmu mengusik sepiku

dan kini aku masih punya cinta
walau bukan kamu pemiliknya
tapi aku yakin cintaku masih utuh
pada Tuhan yang Maha Pemilik.

.(JavaScript must be enabled to view this email address)  on  01/27  at  02:43 AM

SELENDANG SUTERA

Sehelai selendang sutera
wangi harumnya tidak hilang
walau ditelan zaman

Lembutmu sutera
menjadi temanmu wanita
yang tunduk pandangnya
yang tawaduk pekertinya
yang luhur budinya
yang molek tuturnya

Alun suara puji-pujian yang terdendang
bersama sehelai suteramu
masih wangi
malam dan siang
pujian pada Yang Maha Memberi

Wangimu sutera terus semerbak
walau dek panas mentari
dan hujan menimpa bumi

Kepadamu wanita
pemilik selendang sutera
selempangkan selendangmu
hingga nafas ditutup bumi.

Putih,
27 Januari 2007.

.(JavaScript must be enabled to view this email address)  on  01/27  at  09:37 AM

Engkau tujuh belas setengah
Masa kau aku kenali
Pada wajahmu
Ada sinar cahaya dari syurga
Tenang hatiku
Bila mata bertemu mata
Masih kuingat
Belum terlupakan
Walau sudah tiga tahun
Berlalu…

Page 1 of 1 pages

Post a comment

Name:

Email:

Location:

URL:

Smileys

Remember my personal information

Notify me of follow-up comments?

Submit the word you see below: